Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, tahun ini PT Kereta Api membuka layanan penjualan tiket lebaran 40 hari sebelum keberangkatan atau mulai 16 Juli 2011. Sebelumnya, calon penumpang bisa membeli tiket kereta api kelas eksekutif dan bisnis 30 hari sebelum keberangkatan.
Menurut Humas PT KA Daerah Operasi (Daop) IV Semarang, Sapto Hartoyo, dimajukannya penjualan tiket Lebaran dilakukan guna mengantisipasi tingginya permintaan dan menghindari antrean panjang di loket. Pembelian tiket kereta dapat dilakukan secara online di seluruh stasiun, layanan mobile tiket, dan di minimarket Indomaret berlogo khusus.
"Harga tiket Lebaran akan ditentukan berdasarkan tarif batas atas dan batas bawah. Misal KA Argo Sindoro dan Argo Muria yang biasanya Rp 300.000, saat Lebaran bisa mencapai Rp 500.000. Selain itu sekarang sudah tidak berlaku lagi harga tiket parsial. Harga tiket sesuai dengan harga tiket terjauh, atau jauh dekat harganya tetap sama," jelasnya, Rabu (13/7).
Untuk arus mudik Lebaran nanti, PT KA menerapkan tarif batas atas mulai 26-29 September. "Pada 30-31 Agustus, 1-5 September, dan 9-11 September, tiket KA Argo Sindoro dan Argo Muria akan dijual Rp 450.000. Pada 6-8 September dijual Rp 300.000, 19-25 September Rp 400.000, dan 26-29 September dijual Rp 500.000," jelas Sapto.
Ditambahkan, guna mengantisipasi aksi para calo yang memborong tiket, maka PT KA membatasi pembelian tiket. Pembelian lebih dari empat tiket, calon penumpang harus mendapat persetujuan dari kepala stasiun.
"Sebenarnya melalui sistem online kami tidak bisa membedakan mana yang calo dan tidak. Karena itu kami membatasi pembelian tiket dalam jumlah yang tidak wajar untuk menghindari praktik percaloan," katanya.
Sumber : SCM